
Jakarta (ANTARA) – Indonesia and Brazil signed a memorandum of understanding on Thursday to enhance cooperation in sanitary and phytosanitary (SPS) measures and product certification, aiming to expand agricultural trade and strengthen biosecurity systems.
The agreement was signed by Indonesian Quarantine Agency (Barantin) head Sahat M. Panggabean and Brazilian Agriculture and Livestock Minister Carlos Fávaro, witnessed by Indonesian President Prabowo Subianto and Brazilian President Luiz Inácio Lula da Silva at the State Palace in Jakarta.
In a statement on Friday, Panggabean described the deal as a strategic step toward building mutual trust and improving trade efficiency between the two major agricultural nations.
“Both sides agreed to enhance supervision, speed up certification processes, and ensure safer and more efficient trade in agriculture, livestock, and seafood,” he said.
The partnership also seeks to boost bilateral relations, strengthen biosafety systems, and expand market access for both countries’ products, Panggabean added.
Indonesia is expected to gain key benefits, including broader export access to Brazil, technology transfer in SPS standards, and capacity building through joint research and training.
The collaboration will also improve transparency and efficiency in international trade through digital systems and reinforce Indonesia’s standing in global SPS forums, he said.
Panggabean noted that the agreement aligns with the World Trade Organization’s SPS Agreement, which sets health and safety standards for international trade in food, animals, and plants.
To ensure implementation, Indonesia and Brazil will form a Joint Working Group (JWG) and prepare a joint work plan to be updated periodically.
The signing underscores Indonesia’s commitment to strengthening national biosecurity, improving the competitiveness of its quarantine commodities, and bolstering its position in international discussions on SPS policies and standards.

Solusi komprehensif, kembalikan kulit sehat dengan teknologi pengobatan psoriasis Excimer Premium
Menghancurkan penghalang perlindungan kulit Menurut perkiraan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada sekitar 125 juta orang di seluruh dunia yang sedang hidup dengan penyakit psoriasis. Angka ini setara dengan sekitar (2–3%) populasi dunia. Penyakit ini biasanya muncul di dua kelompok usia utama yaitu 20–30 tahun dan 50–60 tahun. Namun, psoriasis tetap dapat muncul pada semua...
Artritis Psoriatik adalah Ancaman Tersembunyi bagi Jutaan Orang Indonesia
Berbeda dengan penyakit kulit pada umumnya, psoriasis bukan hanya muncul di permukaan kulit, tetapi juga dapat memicu berbagai penyakit penyerta seperti tekanan darah tinggi, gangguan sendi, dan lain-lain. Bahkan, penyakit ini dapat menyebabkan deformitas, kerusakan sendi permanen, hingga kelumpuhan. Artritis Psoriatik adalah Ancaman Tersembunyi Psoriasis bukan sekadar penyakit kulit, melainkan kondisi peradangan sistemik kronis...
Excimer Premium Adalah Solusi Modern Membantu Pasien Psoriasis Kembali Percaya Diri
Psoriasis plak lokal tidak hanya menjadi masalah kulit, tetapi juga berdampak besar pada aktivitas dan psikologis penderita. Rasa gatal, kulit mengelupas, dan bercak merah tebal membuat banyak orang merasa minder, sulit berinteraksi, serta terganggu dalam kehidupan sehari-hari. Kini, teknologi Excimer Premium dari Swiss menghadirkan solusi modern, cepat, dan minim invasif untuk membantu memperbaiki kondisi kulit...
Solusi baru untuk pasien psoriasis: Kisah sukses dengan teknologi Excimer Premium
Psoriasis adalah penyakit kulit kronis yang menyebabkan pasien menghadapi bercak merah bersisik, mengelupas, dan gatal. Bapak Heri, 42 tahun, tinggal di Jakarta, Indonesia, telah menderita kondisi ini selama 15 tahun dan telah mencoba berbagai metode pengobatan tanpa hasil. Namun, setelah mengetahui tentang teknologi Excimer Premium, hidupnya telah berubah sepenuhnya. Teknologi Excimer Premium: Solusi yang efektif...
Psoriasis adalah penyakit yang menyebabkan rasa sakit fisik dan mental
Psoriasis adalah penyakit yang tidak menular tetapi meninggalkan luka yang bertahan lama baik pada kulit maupun dalam pikiran karena rasa minder dan stigma sosial. Psoriasis adalah penyakit peradangan sistemik kronis yang dimediasi oleh kekebalan, bermanifestasi pada kulit, sendi, dan banyak organ lainnya. Lesi khasnya adalah bercak kulit merah dengan batas yang jelas, ditutupi sisik putih...
Sekitar lima juta orang Indonesia menderita penyakit psoriasis
Psoriasis adalah penyakit kulit kronis yang memengaruhi sekitar 2% populasi, setara dengan lima juta orang, dengan gejala berupa pengelupasan kulit di seluruh tubuh. Penyakit ini memengaruhi kulit dan diikuti oleh serangkaian penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, dan hepatitis B sehingga disebut sebagai efek domino pada pasien psoriasis. Psoriasis adalah penyakit kulit kronis yang...